Arjuna menegakkan punggung sebelum menjawab pertanyaan gadis yang dicintainya itu. "Sha, sebenarnya aku mau ngucapin selamat karena kamu akan segera menikah dengan pria yang kamu cintai," ucapnya sambil tersenyum meskipun dengan hati yang terasa pedih. "Terima kasih, Mas," sahut Shasha. “Aku pikir kamu belum mau nikah dan mau mengejar karir dulu seperti yang pernah kamu bilang sama aku selama ini, Sha. Kamu bilang mau membahagiakan mamamu sebelum menikah.” Arjuna menatap wanita yang selama ini sudah mengisi hatinya itu dengan sendu. “Awalnya aku memang berpikiran begitu, Mas. Pas kemarin Mas Kai menyatakan perasaannya dan ingin nikah denganku, aku jadi berpikir lagi. Kalau menuruti semua keinginan pasti tidak akan pernah puas. Sampai kapan aku mengejar karir dan posisi apa yang aku ing

