“Ada yang mau aku bicarakan, Mas. Sekalian fitting baju kalau Mas Kai longgar waktunya. Ini undangan buat di kantor Mas Kai juga belum diambil,” jawab Shasha. “Oke, nanti aku ke sana. Tapi aku mau lari dulu terus cari sarapan,” cakap Kaisar dari seberang telepon. “Mau lari di mana? Sarapannya di sini saja, Mas,” usul Shasha. “Lari di sekitar sini saja, Sha. Mumpung ada waktu olahraga. Memangnya kamu mau masakin aku apa nanti?” timpal Kaisar. “Apa ya? Belum tahu, Mas. Lihat nanti ada apa di kulkas,” sahut Shasha. “Oke. Kalau begitu aku tutup dulu. Habis ini aku mau lari pagi. Nanti aku kabari kalau sudah mau berangkat,” ujar Kaisar. “Siap, Ndan!” Shasha mengangkat tangan kanan, melakukan hormat walaupun Kaisar tidak melihatnya. “Assalamu’alaikum,” salam sang perwira polisi sebelum m

