Clarisa mengepal erat tangannya. Mukanya muram penuh amarah menggelora, kebenciannya semakin menjadi-jadi terhadap Sofia. Urat-urat di wajahnya muncul dengan sempurna. Bak sebilah pedang kata-kata yang di keluarkan oleh Sofia terhadap dirinya. Menjual kelamin memiliki anak yang baik. Kamu sendiri pun adalah anak seoarang jalang yang bertobat. Dan ahkirnya kamu di buang oleh keluarga ayahmu. Senyum miris dan sinis terbit dari wajah Clarisa saat menatap Sofia. Sofia mungkin tidak mengenal baik Clarisa, tapi Clarisa tahu persis siapa Sofia. Ibunya telah merenggut kebahagiaan dia dan dan juga ibunya. flashback on " mas kamu mau meninggalkanku demi wanita kampung ini kurang apa mas aku dan keluarga ku membantu mu untuk menjalani hidup di kota ini dan kamu tidak akan bisa bahagia dengan wan

