Sesampainya di rumah Sakit, ibu Sofia sudah mulai sadar, setelah operasi pencangkokan ginjal itu. Sofia memegang tangan ibunya, dengan rasa bahagia dan haru. Walau belum banyak berkata-kata namun ibu Sofia tersenyum penuh bahagia. " terimakasih " ucap Ibu Sofia, membuyarkan keheningan di ruangan itu. " ibu , jangan berterimakasih aku bersyukur ibu sudah bisa bangun kembali, aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk ibu bisa sembuh seperti semula " Tetesan air mata Sofia adalah jawaban dari segala kerinduan keresahan yang selama ini dia pendam tanpa suara. Ingin sekali bibir ini berbicara banyak hal dengan ibunya, meluapkan rasa sedih, marah dan sukanya, namun dengab kondisi yang pilu membuatnya enggan untuk berucap lagi. Hanya Air matalah perwakilan dari semuanya. "ehem " suara dehem

