Adam dan Sofia berjalan beriringan menuju meja makan. Di sana telah di sediakan makanan oleh ibu Adam. " ayo nak duduk dan makanlah " ucap Ibu Adam dengan sumringah, mengingat kejadian yang bisa membuat anaknya terlihat seperti udang rebus karena ketahuan mengintip tubuh Sofia di kamar mandi tadi. " baik tante " jawab Sofia sambil menganggukan kepalanya tanda mengiyakan ajakan makan ibu Adam secara sopan. " lohhh koq tante sih nak , sebentar lagi kamu akan jadi menantuku jadi aku akan senang jika kamu memanggilku mama seperti Adam " ucapnya dengan tersenyum lebar tanpa beban. Tuan Mahendra yang melihat senyuman istrinya, hatinya ikut menghangat karena beberapa kali ibu Adam sering menangis sendirian mengingat kelakuan adam dengan para wanita di luaran sana, dia merasa gagal menjadi se

