SEPARUH AKU BAB I

1008 Kata
Clarisa sudah sampai di hotel Adam. Dia langsung duduk di pangkuan Adam, dan mencium leher Adam. Adam sanggat menikmati ciuman mendamba dari Clarisa. Tanpa mereka sadari pakaian atas mereka sudah terbuka, p******a Clarisa menyumpal tepat di wajah Adam, membuatnya menyesap bagian itu. Hasrat yang membuncah membuatnya sangat kelaparan akan nafsu b****i yang menyelimuti tubuh mereka. Adam mulai menuntun Clarisa untuk masuk ke dalam ruang pribadinya, Dengan kasar Adam membuka baju Clarisa dengan merobeknya, Clarisa pun juga sama membuka celana Adam dengan rasa ingin memiliki, Ciuman Clarisa turun kebawah dia mencium bagian yang sudah mengeras dari tadi memberikan kenikmatan demi kenikmatan di tubuh Adam. Adam memekik kenikmatan. Erangan Adam terdengar sangat parau. Rambut Clarisa yang tergerai di jambak oleh Adam supaya lebih dalam lagi mencium miliknya. Clarisa pun dengan patuh mengikuti gerakan adam jemarinya memegang bagian tengah Adam antara a**s dan testisnya. Membuat Adam meracau lebih dan lebih lagi. Mengelitiknya dengan jari lentik Clarisa. Adam yang sudah ingin mengeluarkan lahar panasnya melepaskan bagian intinya dan menyuruh Clarisa memijat dengan tangannya saja sampai keluar. Itulah yang di lakukan Adam dan Clarisa, Sejujurnya sampai detik ini Adam juga belum memasukan miliknya ke dalam liang keintiman dari Clarisa karena dia tahunya Clarisa tidak ingin melakukan hal lebih. Bahkan untuk mendapatkan kepuasan Clarisa terhadap Adam, Adam hanya mengusap tangannya ke daerah klirotis Clarisa supaya dia juga bisa merasakan k*****s kenikmatan b******a. Seperti Adam saat ini sudah k*****s. Tanpa penyatuan tubuh satu dengan yang lainnya. Adam masuk ke kamar mandi dan mengganti pakaiannya, Clarisa pun membersihkan lahar panas yang di muntahkan keluar tubuhnya itu. Setelah Adam selesai membersihkan diri, Clarisa masuk ke kamar mandi juga untuk membersihkan Diri. Adam terlihat sedang meminum tehnya di tepi ranjang sambil melihat, keluar jendela yang terpapang jelas bangunan-bangunan pencakar langit. Clarisa yang sudah selesai membersihkan diri dan mengambil pakaian di lemari yang selalu baru di sediakan Adam ketika ingin b******a dengannya bukan b******a lebih tepatnya adalah menyalurkan nafsu sebagai orang normal dewasa, mengenakannya lalu menghampiri Adam. " sayang kapan aku bisa bertemu dengan kedua orang tua mu " tanya Clarisa sambil bergelayut manja di sana. " besuk sabtu bagaimana sayang " jawab Adam sambil menyibakan rambut Clarisa di belakang telinganya. " boleh sayang, oh ya uang jajan ku gimana ?" tanya Clarisa yang minta jatah uang jajan. " baru satu minggu yang lalu 50 jt sayang apa sudah habis " tanya Adam sambil mengernyitkan keningnya. " sayang, kamu tahu kan teman sosialitaku banyak jadi uang segitu mana cukuo buat aku sayang, satu minggu segitu aku sudah terbilang hemat lo sayang " ucap Clarisa dengan manjanya. " nanti aku transfer ya,aku hari ini udah kamu puasin kamu hemat sayang tambah binal dan liar, dulu aja kamu polos malu-malu kucing" ucap Adam sambil mengangkat dagu lancip Clarisa. " ya sekarang aku lakuin hanya untuk kamu dan hanya kamu seorang toh nanti kita juga menikah aku akan semakin liar lagi " ucap Clarisa dengan cekikian. "benarkah sayang, yang ini jangan sampai di robek orang lain ya " sambil menyentuh daerah sensitive Clarisa dan mulai menggodanya di sana, erangan dan lenguhan lirih terdengar merdu di telinga Adam, Adam tersenyum penuh arti. " mau lagi " tanya Adam. Anggukan Clarisa sebagai jawabannya. Mereka melakukan pergulatan lagi dan lagi. *** Di tempat lain , Sofia yang sudah menyelesaikan makan siangnya dengan Anton, segera mengajak Anton untuk pulang, karena hari ini jahitan ibunya sangat banyak. " kak, ayo pulang yuk, jahitan ibu ku sangat banyak kalau gak di kejar menjahitnya nanti tidak kelar aku gak akan bisa jajan di luar lagi " Ucap Sofia kepada Anton "Siap bos " Anton memasangkan helm kepada Sofia, Sofia langsung membonceng Anton dan berpegangan di pundak Anton. " Sof, pegang itu di pinggang bukan di pundak, emang aku boncengin emak-emak " ucap Anton menggoda. " yee... kalau di pinggang mah tubuh dempet kakak, maunya " ucap Sofia. " dempet juga gak papa Sof, toh d**a mu juga terepes " ucap Anton cengegesan. Sofia langsung menjitak kepala Anton. " lihat ya 5 tahun lagi aku gak bakal butek lagi, aku akan makin glowing makin kinclong makin awuwwuwuw kamu bakal terpesona sama aku " ucap Sofia yang bercita-cita ingin Glowing tapi kerjanya di panasan. Ibarat makan banyak cita-cita ingin kurus sungguh tidak masuk akal. Memang kulit Sofia sawa matangnya kebangetan, tapi dia bukan tergolong hitam melainkan eksotik. Bagai orang bule yang baru selesai berjemur di pantai. " iya lihat nanti " ucap Anton yang malas menanggapi keinginan Sofia, yang mungkin memang benar kelak wanita yang butek kucel ini akan cantik. Dia memang memiliki kecantikan Alami, dari senyum dan tawanya yang mengundang banyak teman dan sahabatnya mendekat, bahkan bisa di katakan Sofia tidak pernah memiliki musuh. Musuh baginya bisa di jadikan teman. Tapi selama ini tidak ada yang merasa iri ataupun dengki dengan sikapnya seperti itu. Makanya banyak orang yang menyukainya. Mereka berdua sudah masuk kepekarangan rumah Sofia, Anton ikut masuk ke rumah Sofia dan memberi salam kepada ibunya Sofia. " sore bi " ucap Anton sambil mengulurkan tangannya kearah ibu Sofia untuk di cium. " Sore nak, pulangnya sore sekali kalian " tanya ibu Sofia. " iya bu, soalnya ada tugas kelompok untuk mengerjakan tugas ahkir saat kemarin magang, karena kurang sedikit lagi aku bisa lulus sekolah bu, aku bisa bekerja di butik yang kemarin aku magang bu " jawab Sofia dengan antusias. " bagus kalau begitu, kamu harus rajin dan semangat semoga butik itu mau menerimamu dengan baik " ucap Ibu Sofia. " pasti bu, kemarin aja nilai magang ku A semua koq bu, hebatkan aku, dan pemiliki butik itu juga sudah merekomendasikan aku sebagai perancang busana di sana setelah aku lulus, jadi aku harus semangat." ucap Sofia lagi. Anton yang mendengar betapa semangatnya Sofia hanya bisa geleng-geleng kepala. Saat ini Anton setelah lulus dia melanjutkan sekolahnya di Perhotelan. Dan minggu depan dia mulai maggang di Hotel terbesar di kota itu. Walau dia dulu lulusan SMK juga tapi keluarganya menginginkan untuk Anton bersekolah lagi melanjutkan D3 nya pikir orang tua nya dia anak lelaki, jadi sekolah yang tinggi supaya dia mendapatkan pekerjaan lebih baik lagi dan bisa menafkahi keluarganya kelak.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN