“Halah alasan, bilang aja nggak boleh sama Kak Asha!” “Yah, memangnya Asha itu siapa...cuma temen kan?” “Tapi, dia itu posesif banget sama Mas Bara.” “Ya dia memang suka sama Mas, pernah nembak juga. Tapi, Mas kan maunya sama kamu. Susah loh cari informasi tentang kamu setelah bertahun-tahun nggak ketemu!” “Ya salah siapa, kenapa ngilang tiba-tiba?”omel Kinar. Jantung Bara seperti dipukul oleh palu besar. Setelah semuanya ia ceritakan, haruskah ia ceritakan juga bagian terpenting ini. Sementara Kinar sendiri seperti tidak pernah menyadari akan hal itu. Tapi, ia sudah janji akan jujur semuanya. Tidak boleh ada pertengkaran yang disebabkan ketidakjujuran lagi. “Hmmm, sayang...” “Iya, Mas?” “Sebenarnya masih ada satu rahasia lagi....”Wajah Bara langsung muram. Napas Kinar tertahan,

