“Mas, diminum dulu, biar enakan perutnya.” Kinar mengusap punggung Bara dan menyerahkan teh panasnya. Bara bangun, menyeruput tehnya pelan-pelan.”Aku pusing, pengen muntah.” “Aku bawa minyak kayu putih, aku gosok punggung sama perutnya ya?”tawar Kinar. Bara mengangguk. Pria itu membuka pakaiannya, ia pun segera berbaring sambil memejamkan mata. Kinar mulai mengoleskan minyak kayu putih ke perut dan punggung suaminya. Sepertinya hari ini ia tidak akan kemana-mana. Ia harus ada di penginapan karena Bara membutuhkannya. Lagi pula, pulau ini tidaklah besar. Beberapa menit saja, ia sudah mampu mengelilinginya. Dan itu bisa ia lakukan besok. “Aku tidur dulu, ya, sayang,”kata Bara. Kali ini suaranya sudah berubah menjadi lembut. “Iya, Mas,”kata Kinar. Ia memerhatikan Bara yang mulai terlela

