Adriana mengelus perut ratanya, merasakan apa benar dalam perutnya kini sudah ada nyawa baru yang ia kandung? kalau benar kenapa harus dalam kedaan seperti ini, bagaimana caranya ia melewati trismester pertama tanpa dampingan dari suaminya? lalu bagaimana respon suaminya jika ia menyampaikan kabar ini, apa suaminya percaya jika yang ia kandung adalah milik suaminya, pasalnya mereka terpisah oleh jarak meskipun ia sangat yakin siapa ayah dalam kandungannya ini. Drtt Drtt Adriana melihat siapa yang menelepon, dan ternyata suaminya. Adriana memainkan ekspresi wajahnya sebelum menjawab panggilan dari suaminya “ya ampun Riana akhirnya kamu angkat juga panggilan aku” “kenapa, ada yang mau kamu sampaikan mas?” “tolong jangan salah paham dulu, foto itu tidak seperti yang kamu lihat. itu ha

