Beberapa jam sebelum insiden Adriana mengucek matanya suara ribut-ribut membangunkan tidur berkualitas tanpa rasa mual yang mengganggu “udah magrib” ucapnya memperhatikan jam yang bergelantung di dinding “itu apa?” tanyanya kembali melihat rekannya sedang berlari kian kemari “kamu udah bangun?” ucap Vani tiba-tiba “ya ampun kamu ngagetin aku Van” ucap Adriana memegang dadanya “maaf maaf bumil kamu gak papa kan sayang?” tanya Vani mengusap perut Adriana lama “suatu saat kamu pasti bisa juga mereasakannya” Vani tak mengubris apapun ia menarik tangannya “Adriana, tadi dokter Reka pesan kamu tidak boleh keluar malam ini” “kenapa, oh iya di luar ada apa kenapa ramai sekali?” tanya Adriana menyerngitkan keningnya “Vaksin yang di bilang dokter Reka sudah tiba” “ahlamdulillah se

