Tamat

2591 Kata

 “ganteng banget mas anaknya” netranya tak lepas memandangi wajah merah bayi kecil berambut tebal itu, sudah hampir dua minggu bayi itu bertahan di dalam ruang inkubator agar tubuhnya tetap hangat terhindar dari udara dingin setelah di lahirkan. “boleh aku kasih ASI?” tanya Adriana ragu-ragu “apa kamu bersedia?” “kasian mas, mamanya masih terbaring lemah” “terserah kamu kalau kamu bersedia mas tidak melarang justru mas bangga sama kamu” “Riana memang tidak menyukai mamanya tapi tidak dengan bayi tak berdosa ini, dia tetap suci dari kelakuan orang tuanya” “mas bangga sama kamu Ri” secara alami kepala bayi yang belum bernama itu menggeliat ke arah d**a Adriana mencari sumber makanannya meski bukan dari sang ibu “kamu haus yah sayang?” tanyanya mulai membenahi pakaiannya agar memudahka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN