Sudah hampir satu minggu Adriana berangkat ke rumah sakit subuh hari dan pulang hampir tengah malam, bersyukur suaminya begitu mengerti dan tak mengeluh bila harus menunggu sang istri selesai mengikuti trainee yang di lakukan oleh pihak rumah sakit, tak jarang ia mendapati raut kelelahan di wajah suaminya. makin kesini perasaannya semakin di terpa dengan kegalauan, sesaat setelah namanya dikirim pada pemerintah ia merasa hampa. ia tak tau harus mengungkapkan perasaannya seperti apa. Sudah hampir seminggu ini suaminya tiap pagi selalu muntah-munta, bahkan kini berat badannya jauh susut namun hasil pemeriksaannya ia hanya kecapaian. Hanya orang buta yang menilai Adrian ikhlas melepas dirinya, meskipun suaminya selalu tersenyum tapi ia tau suaminya tenga berdusta. “Adriana apa kamu dengar ap

