ketika pulang sekolah, jun terus kepikiran sama wanita cantik yang ia lihat di sekolahan tadi. tiba-tiba bunyi telepon menyadarkan jun dari lamunannya dan ternyata itu adalah pesan dari teman SMP jun yaitu wawan.
wawan mengajak jun untuk ikut dalam acara kumpul temannya, dan tanpa pikir panjang jun mengiyakan ajakan wawan.
siang harinya, wawan menjemput jun untuk berangkat bareng-bareng. ketika mereka sampai di rumah temannya wawan, ternyata di sana sudah ada cewek cantik yang disukai jun tadi, kemudian jun berbisik kepada wawan " bro itu temanmu?" kata jun.
" yang mana?" kata wawan.
" itu yang pakai jilbab biru" balas jun dengan berbisik.
"oh, itu teman kampung saya, namanya ria" kata wawan dengan santai.
" kamu punya nomor ponselnya gak?" kata jun dengan suara pelan.
wawan pun mengambil handphone dari sakunya dan mengirim nomor si ria kepada jun.
" itu bro, udah saya kirim ke kamu" kata wawan.
" oke, terima kasih bro" kata jun bersemangat.
" kamu suka dia ya?" kata wawan dengan nada sedikit mengejek.
" eh, tadi kamu sudah cabut kunci motormu?" kata jun mengalihkan topik pembicaraan.
" oohh iya aku lupa bro, tunggu bentar ya!" kata wawan yang kemudian pergi untuk mengambil kunci motornya.
jun mau ngajak ria bicara namun dia masih agak malu karena kepribadiannya cenderung pendiam.
tiba-tiba wawan datang " oi, jangan ngelamun".
" eh lu jangan ngagetin b*****t" kata jun yang kaget dengan kehadiran wawan yang tiba-tiba.
" hehe maaf, yasudah ayo kita masuk!, itu si tuan rumah udah nungguin didalam" kata wawan mengajak jun masuk ke rumah temannya.
ketika didalam, saat mereka semua asyik ngobrol jun yang pendiam hanya sibuk melihat ria sambil berkhayal seandainya dia bisa pacaran dengan ria, pasti dia senang banget.
tapi dia kemudian tersadar dari lamunannya ketika tuan rumah mengeluarkan makanan untuk mereka makan.
mereka semua makan sambil bercanda. ketika hari sudah menunjukkan sudah sore mereka semua berpamitan pada si tuan rumah untuk pulang.
saat jun sudah sampai di rumah, dia langsung mengirimi ria pesan " hai".
"hai juga, ini siapa ya?" balas ria dengan penasaran karena dia nggak tau nomor yang mengiriminya pesan.
" aku jun temannya wawa, yang tadi siang pakai baju hitam" kata jun.
" ooh, cowok ganteng yang tadi ya" kata ria dengan membalas pesannya jun dengan semangat.
"hehe masa'" balas jun malu-malu.
perbincangan mereka lewat ponsel pun berlangsung cukup lama sampai mereka berdua tertidur sambil memegang ponsel masing-masing.
keesokan harinya mereka berdua bertemu disekolah, tanpa diduga ria menyapa jun duluan " selamat pagi jun" kata ria sambil menunjukkan senyuman manisnya.
" pagi" balas jun dengan nada sedikit kaku.
"hari ini pembagian jurusan ya?" tanya ria kepada jun dengan penasaran.
" eh iya, kamu mau ambil jurusan apa?" kata jun.
" aku niatnya mau mengambil jurusan agama, karena aku suka sekali belajar agama, kamu sendiri mau ambil jurusan apa?" kata ria dengan semangat.
" aku sih mau ambil jurusan IPS" balas jun.
" bukannya ips adalah kelas yang terkenal nakal-nakal ya?, kok kamu mau masuk jurusan itu?" kata ria dengan penasaran. karena memang kelas IPS sudah terkenal sebagai kelas paling nakal sejak dulu.
" iya sih, tapi aku suka belajar sejarah dan geografi" kata jun dgn semangat.
" oh karena pelajaran kesukaan ya?" balas ria.
jun menjawab dengan senyum "iya hehe".