Rifai langsung menghubungi ibu mertuanya..tut tut tut hp bu maya berbunyi... bu maya langsung mengangkatnya assalammualaikum nak ada apa nih nelpon ibu.. kangen ya ama ibu mertuamu ini atau kangen ama anak ibu.. rifai hanya senyam senyum nga jelas dia bingung mau jawab apa alhasil dia hanya sekenanya saja menjawab pertanyaan ibu mertuanya, walaikum salam, tentu saya merindukan kalian berdua karna ibu adalah orang yang telah melahirkan bidadariku. Dan anak ibu itu telah mencuri hatiku...
Ibu rifai hanya bisa mengembangkan senyumnya dan berkata rayuan menantu ibu ini sungguh menarik hati ibu untuk percaya menitipkan anak ibu padamu. Kapan kamu pulang? saya akan usahan secepatnya bu, saya sudah merindukan anak ibu. Gimana kabar rindi bu, udah berapa hari ini saya nga bisa menghubunginya. Bu apa rindi belum bisa menerimaku?
Rifai, kamu harus ekstra sabar menghadapi anak ibu, Ini nga mudah untuk rindi yang notabennya dia masih pelajar dia masih ingin bebas biarkan saja dulu nanti pelan - pelan ibu akan nasehatinya.
Oya bu, insya allah rifai bulan depan pulang tapi cuman 2 hari nga bisa lama - lama karna di sini kerjaan rifai masih numpuk belum rampung. Minta doanya bu biar masalah di sini cepat selesai. Ibu akan doakan nak agar kamu bisa cepat pulang dan menaklukkan hati anak ibu, Bu maya sambil tersenyum. Bu, rindi mana boleh saya bicara dengan dia? Dasar anak bodoh masa ibu melarang kamu untuk berbicara dengan istrimu sendiri. Rifai hanya bisa tertawa. Bentar ibu panggilkan.
****
Rindi yang sudah bangun dan merasa lapar wajar dari siang dia belum sempat makan. Rindi langsung masuk kekamar mandi membawa anduknya.
Bu maya mengetok pintu kamar anaknya tapi nga ada sautan akhirnya bu maya langsung masuk dan memanggil anak, rindi kamu masih lama. nga ko bu bentar lagi selesai. Ini suami kamu ingin berbicara dengamu i bu taro hpnya disini ya. karna rindi nga terlalu jelas apa yang ibunya bicarakan dia mempercepat mandinya. Sedang bu maya dia merubah teleponnya jadi video call
nak ibu tinggal dulu ya ibu taro hpnya disini. bu kalau boleh taro hpnya berdiriin saja di meja rias. baiklag nak.Makasih bu.
Bu maya langsung keluar dari kamar anaknya bersamaan dengan rindi keluar dari kamar mandi. Ya ibu udah keluar dulu tadi dia bicara apa ya. Lebih baik saya cepat pake baju dan turun nemui ibu. Rindi menju lemari dia mengambil pakeannya dan memakai bajunya satu persatu. Rifai yang melihat istrinya yang sedang pake baju menelan slavinanya dia terus melihat apa yang istrinya kenakan sungguh indah pemandangan ini dalam hati rifai. Rindi yang tidak menyadari terus saja melanjutkan ritualnya setelah selesai memakai baju dia hendak menyisir rambutnya dia kaget ada suara laki - laki mengucapkan salam, Assalamualaikum aisahku. Rindi menelisik sumber suara itu di kaget melihat hp ibu ada di meja dan sedang melakukan video call.. Rindi langsung teriak aaaaaa kamu dari tadi memperhatikanku, hmmm kata rifai. rindi bertanya dengan wajah bersemu merah karna malu sejak kapan kamu lihat saya? sejak kamu pake baju satu persatu.. aaaa rindi langsung teriak sambil menutup matanya. rifai ketawa dibuatnya... mendengar rifai ketawa rindiani langsung cemberut.. melihat rindi yang cemberut rifai menyudahi ketawanya. Untuk apa kamu cemberut minta dicium hmmm. langsung rindi membelalak matanya dan dia pun menantang rifai mana bisa kamu cium saya dasar m***m. rifai yang di tantang ok jadi kamu menantang saya tunggu saya pulang, saya akan menghukummu karna hp yang saya berikan nga kamu pake. Rindi langsung membelalak matanya... sambil menutup mulutnya. Dan mengucapkan maaf saya tidak bermaksud tidak menghargai pemberianmu tapi saya tidak mau terganggu. Rifai yang mendengar penuturan istrinya langsung marah. Jadi kamu merasa terganggu kalau suamimu menghubungimu... Rifai tanpa menunggu penjelasannya langsung mengakhiri teleponnya. Bukan maksudku seperti itu tut tut tut sambungannya terputus. Rindi merasa nyaman bersalah dia mencoba untuk menghubungi suaminya kembali tapi nga di angkat - angkat. Akhirnya rindi menyerah dia nga menghubungi lagi. Dalam hatinya terbesit biar sajalah dia marah itu bagus biar dia menceraikanku, tapi kalau saya dicerai saya jadi janda di umur muda, tidak mau. Nanti ajalah saya hubungi lagi.
Rindi langsung bangkit dari Sofa dan menuju pintu, perutnya yang lapar dia langsung menuju kedapur, untuk mencari ibunya. Bu bu bu mana ibu ko nga ada sih nga tau apa anak satu - satunya ini kelaparan.
Lebih baik saya masak mie sajalah. Setelah selesai memasak menaroh masakan mienya di mangkok dan di bawa ke meja makan. Rindi memakan mie yang dia bikin sambil merenung kejadian demi kejadian yang menimpanya dan memikirkan perkataannya sampai nga sadar kalau mie yang dia makan sudah habis. Setelah makan langsung naik ke atas menuju kamarnya. Setelah sampai di membuka kamarnya menuju laci untuk mengambil hp yang rifai kasih. kemudin dia merebahkan tubuhnya di atas kasur sambil menyalahkan hp pemberian rifai. Langsung begitu banyak notifikasi hp dan itu semua dari rifai. Rindi jadi makin merasa bersalah pada rifai yang notabennya dia sebagai suaminya. Tiba - tiba dia mengeluarkan air matanya karna merasa bersalah telah membuat suaminya marah. Ya allah apa yang telah ku lakukan padanya. Ya allah ampuni dosaku ini yang membuat dia marah. Coba saya hubungi dia lagi dengan hp ini siapa tau dia mengangkatnya dan tidak marah lagi.
****
Dikantor rifai uring - uringan setelah mendengar ucapan dari istrinya lewat tlp. Ternyata saya hanya sebagai pengganggu dia, berani sekali mengatakan itu pada saya dasar bocil. Lebih baik saya fokus bekerja biar cepat pulang dan menghukum istri kecilku ini berani sekali dia berbuat seperti itu.
Rifai melanjutkan kerjaannya tiba - tiba hpnya berbunyi dia hanya melihat sekilas ternyata ibu mertuanya dia membiarkan saja hp itu berbunyi berkali - kali. Rifai menghela nafasnya kasar maaf bu bukan maksudku nga mau angkat tlp ibu saya takut emosi saya malah bikin saya nga sopan ke ibu mengucapkan didalam hatinya.
Pintu diketok oleh juno. Masuk kata rifai. Setelah dipersilakan masuk juno langsung masuk menghampiri Bosnya. Pak, miting akan segera dimulai semua udah pada kumpul diruang mitting. Ok kamu bawa apa yang kita bahas nanti. Juno langsung membawa semua berkas apa yang akan dibahas diruang mitting. Kemudian rifai dan juno keluar dari Ruangannya berjalan menuju ruang mitting.