Sina terbangun dari tidurnya saat merasakan sinar yang masuk jendela kamarnya menerpa matanya. Sina membuka matanya, menoleh ke sampingnya, suaminya masih tertidur pulas dengan dengukuran halusnya. Sina menghirup nafas lalu menghembuskannya. Sina menarik selimut sebatas d**a untuk menutupi tubuhnya yang tidak memakai sehelai benangpun, dia lalu memposisikan dirinya miring menghadap Arsen, tangan kirinya dia jadika sebagai penyangga. Tangan kanannya terulur menyentuh pipi Arsen seraya tersenyum. Sina masih ingat jelas kemarin malam, dia bahkan tidak akan pernah melupakan seumur hidupnya. Arsen yang romantis, Arsen yang membuat hidup Sina lebih berwarna. Setelah malam romantis itu, mereka kembali dan melanjutkan malam itu dengan malam panjang. Arsen sudah memberinya kejutan, karena itu

