Sina keluar dari kamar mandi, hampir saja dia terjengkang saat melihat Shiren berdiri di depannya. Shiren menatapnya sinis seraya menyilangkan tangannya di depan d**a. Sina bergeser ke kiri, Shiren ikut bergeser ke kiri. Sina beralih ke sisi kanan, Shiren juga mengikutinya. Sina menghela nafas kesal, dia berkacak pinggang, "Sebenarnya apa yang lo inginkan dari gue? Kenapa lo halangin jalan gue, hah?" "Sekarang kamu puas kan? Kak Arsen udah kasih tau semua orang kalo kamu istrinya?" Sina menyipitkan matanya, setelah dia tau maksud Shiren, Sina menarik satu sudut bibirnya, "Kenapa emang? Gue emang istri Arsen, terus masalah buat lo apa?" "Apa yang kamu lakukan sama Kak Arsen sampai dia mau ngakuin kamu di depan semua orang hah? Kak Arsen udah janji, sebelum kamu selesai magang, dia nggak

