Bab 44

1750 Kata

"Aku ingin kita menikah." Suara ini terdengar datar namun serius. Cempaka melirik ke arah Akbar. Matanya dikedipkan beberapa kali seakan perkataan Akbar ini salah bicara. Melihat respon pacarnya yang agak lambat dalam menanggapi perkataan seriusnya, Akbar menarik lembut Cempaka duduk di depannya lalu menatap penuh intens ke arah Cempaka. "Aku ingin kita menikah, sudah tiga bulan kita saling mengikat perasaan dan hubungan. Aku tidak ingin seperti ini tanpa ikatan yang pasti, kita harus menikah." Cempaka gugup, dia tak tahu harus membalas apa pada ucapan Akbar. Sesungguhnya, ini adalah kali pertama seorang pria mengajaknya menikah, dan dia tidak tahu harus menjawab apa ajakan pernikahan dari seorang pria. Telapak tangan Cempaka terasa dingin dan berkeringat, terlihat jelas sekali bahwa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN