Bab 56

1450 Kata

Tedy duduk di ruang tamu dengan wajah murung dan susah. Frina melirik ke arah sang suami. "Jadi si Akbar itu benar-benar tidak bisa ditekan oleh tiga dewan direksi perusahaan induk sekaligus?" tanya Frina. "Seharusnya aku sudah tahu dari awal karena perusahaan itu dibangun oleh Akbar dari nol dengan jerih payahnya sendiri, tapi aku tetap ingin mencoba agar dia merubah pendiriannya dan membatalkan lamaran itu," jawab Tedy. Frina terlihat kesal dan mengepalkan kedua kepalan tangannya. "Kalau seperti ini, maka kita hanya bisa melihat saja lamaran itu sukses hingga hari pernikahan," ujar Frina benar-benar kesal. Di dalam kamar, Anita tidak ingin keluar dari kamarnya. Sarapan, makan siang atau makan malam dibawa ke dalam kamarnya oleh Frina sang ibu, bahkan asisten rumah tangga tak diizin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN