Pengakuan

1145 Kata

Keduanya keluar dari rumah Catra setelah Budi diobati. Catra tak berteriak pada mereka atau melakukan hal lainnya. Sejak tadi, sebelum Sugi masuk, dia telah membuat beberapa kamera miliknya hidup, karena kepintarannya itulah tanpa mereka melakukan wawancara pada Catra, mereka telah mendapatkan bahan untuk berita eksklusif mereka. “Ayo kita berjalan sekarang.” Ajak Sugi pada Budi yang terdiam. Akhirnya Budi berjalan perlahan dengan tatapan mata yang kosong. Setelah beberapa langkah dia berjalan, Sugi kembali melihat ke belakangnya. “Hei, dia tak seperti rumor.” Budi menatap Sugi, dan dia tahu Sugi memikirkan hal yang sama seperti dirinya. Karena ekspresi Sugi mengatakan hal seperti itu. “Hanya wajahnya yang memang terlihat kejam.” Budi mendengar perkataan Sugi dengan tertawa keci

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN