Pertama kali bagi seorang pangeran yang tidak pernah terekspos wajahnya selama dibesarkan dari bayi hingga usia 18 tahun ini untuk berkunjung dan berinteraksi langsung dengan rakyatnya. Itu semua karena Raja Rhageo ingin putranya bisa tahu mengenai lingkungan kerajaan selain di dalam istana inti. Pangeran Seo bisa berkunjung pula ke tempat penelitian para ilmuan jika mau. Dengan menggunakan kendaraan kapsul dengan beberapa pengawal terbaik yang akan menjaganya, sang pangeran akhirnya pamit untuk keluar dari istana untuk pertama kalinya. Ia cukup gugup, berulang kali ia melatih cara bicaranya di depan ceemin di dalam kamarnya agar tidak ada salah kata.
Jubah berwarna putih yang melintang dari bahu hingga mata kaki, seragam pangeran lengkap lainnya serta mahkota putra mahkota yang disematkan di atas kepala. Rupa dari sang pangeran yang tegas dan lembut dalam satu wajah, kalau saja masih ada wanita— manusia di sana sudah pasti mereka akan tergila-gila padanya. Kata para pelayannya sih begitu.
"Berapa lama lagi?" tanyanya dengan menekan fitur seperti telepon dan talkie walkie di dalam kapsul terbangnya yang terhubung langsung ke earphone pengawal.
"Sebentar lagi, Pangeran. Kami sudah menyiapkan tempat khusus, karena ini akan menjadi dua kunjungan ke rakyat, kami akan mengarahkan anda menuju rakyat kelas mengenah ke bawah terlebih dahulu untuk itu," jawab pengawalnya.
"Baiklah."
Tidak lama setelahnya, tempat yang dijadikan tempat pendaratan Pangeran Seo terlihat dan mereka pun akhirnya berhenti di sana terlebih dahulu. Pintu kapsul terbuka secara lebar, ia menghirup aroma luar kerajaan untuk pertama kalinya. Ia memandang sekitarnya dengan teliti sebelum akhirnya kaki dengan sepatu hitam itu menginjak rerumputan sana. Ia pun memandangi rerumputan itu.
"Jadi, ke mana aku harus pergi terlebih dahulu?" tanya Pangeran Seo yang masih bertanya karena dirinya bingung harus memulai kunjungan ini ke arah mana terlebih dahulu.
"Kita akan menuju ke perumahan milik para petani dan peternak terlebih dahulu, Pangeran Seo. Barulah setelah itu kita mengunjungi pedagang dan lingkungan toko antik di sana, perjalanan dilanjutkan lagi setelah itu menuju ke kawasan perumahan milik vampire dan werewolf serta para ilmuan utama yang kini sudah ada pembeda wilayahnya dan dijaga ketat di sana," jelas pengawalnya yabg runtut dari awal hingga akhir mengenai kunjungan tersebut. "Mari, Pangeran. Saya arahkan jalannya."
Pangeran Seo mengekori satu prajurit di depannya dengan sisa prajurit dan pengawal yang berada di samping kanan kiri serta di belakang. Jalannya begitu tegap, satu tangan ditekuk di depan perut, satunya lagi terayun pelan ketika sedang berjalan.
Tidak butuh waktu lama bagi Pangeran Seo untuk tiba di kawasan milik petani dan peternak terbaik di kerajaannya. Mereka berdecak kagum ketika pertama kali melihat rupa Pangeran Seo begitu menawan, tidak lupa mereka berlutut serta membungkuk hormat pada orang yang merupakan keluarga kerajaan dan pangeran mahkota di kerajaan tempat mereka tinggal ini. Suara seruan dari satu orang langsung disahut hal yang sama dengan yang lain. "HIDUP PANGERAN SEO! HIDUP!"
"Sudah, sudah." Pangeran Seo memerintahkan mereka untuk berhenti. "Terima kasih telah menyambut saya dengan wajah ramah kalian, karena ini pertama kali dalam hidup saya berkunjung ke tempat rakyat, saya harap kalian juga bisa membimbing saya dan menjelaskan keadaan sini. Bagaimana pun, kalian yang lebih tahu ketimbang saya harus mendengar dari orang tanpa melihat secara langsung," kata Pangeran Seo.
Seorang kepala wilayah sana menawarkan dirinya dan seseorang lain untuk mengajak sang pangeran berjalan-jalan melihat wilayah mereka. Penjelasan pelan namun langsung pada pointnya, kepala wilayah juga menunjukan posisi-posisinya. Ia menjelaskan terkait sistem pertanian yang menggunakan alat-alat canggih sehingga manusia hanya memilah untuk kedua kali secara mata dengan teliti supaya hasilnya bagus. Penjelasan sistem irigasi yang terkontrol juga air sungai yang dulu sempat tercemar kini mulai kembali bersih berkat alat bantuan dari pemerintah kerajaan.
Selanjutnya, dijelaskan mengenai sistem peternakan. Sama seperti pertanian, peternak sini sudah banyak menggunakan alat modern. Sapi sapi sudah dipasangkan alat dan secara rutin setiap beberapa periode akan diperas susunya secara otomatis sesuai jumlah yang diminta dan dibutuhkan. Anak ayam yang dibesarkan juga, mesin pembeei makan otomatis. Daging segar dari hewan-hewan ternak juga akan dikemas rapi seusai pemotongan hewan hewan tersebut juga bebas dari darah merah segar.
Mendengar bahwa desa pertanian dan peternakan hidup secara makmur membuat Pangeran Seo merasa lega. Hanya saja ia ingin sekali penduduk sana bisa menikmati kenyamanan rumah karena terlihat model rumah masih lawas, ia bisa merancang desain untuk itu tanpa merusak tatanan desa yang sudah apik pemandangannya. Apalagi gunung-gunung bisa terlihat jelas dengan mata telanjang di sana.
"Apakah desa ini membutuhkan sesuatu? Sebelum penobatan kedua nanti, aku ingin sekali melihat kalian terjamin hidupnya. Katakan sesuatu kalau memang ada kekurangan di sini yang membuat kalian tidak nyaman. Mengerti?"
"Baik, Yang Mulia. Kami pasti akan menyampaikannya bila memang ada. Untuk saat ini, mungkin terkait penambahan pupuk alami dan pakan hewan yang kami minta pada kerajaan. Kami senang bila mengurus perkebunan dan peternakan kami sendiri daripada terkait rumah. Rumah di sini memang seperti ini, namun kami sangat nyaman begitu meneduh dan tinggal di sana dalam waktu lama."