Duke diam-diam mencari informasi mengenai petunjuk tentang kembaran dari Pangeran Seo. Setelah tahu bahwa ia dibuang di tengah hutan, penyelidikan tidak berhenti sampai di situ saja. Ia bahkan memerintahkan beberapa pasukan khusus yang menjadi mata-mata kepercayaannya untuk mencari tahu apakah sang pangeran masih hidup atau tidak. Bahkan kali ini, ia melibatkan seorang werewolf yang memiliki penciuman tajam terhadap darah. Pastinya jika diletakkan di tengah hutan, kembaran Pangeran Seo tidak mungkin hanya mati membeku saja. Bayi itu pasti aktif setidaknya atau digigit oleh serangga besar seukuran dua jempol.
Ada, ada titik terang yang ia temukan. Bahwa kembaran Pangeran Seo diduga masih hidup hingga sekarang ini oleh seseorang yang membawanya. Dibunuh pasti tidak akan, rakyat tidak sekejam itu membunuh manusia yang populasinya kian hari kian menipis saja seperti stok gandum untuk kerajaan. Petunjuknya adakah bahwa tidak ditemukan mayat, para mata-mata yang masuk ke hutan mereka meninggalkan jejak sehingga tidak mungkin akan tersesat ketika berjalan-jalan di dalam sana.
Kedua, jejak darah manusia tidak ada melainkan hanya darah dari burung yang mungkin sayapnya sedang terluka. Penciuman makhluk manusia serigala tersebut tidak pernah salah mengira, ia bisa membedakan mana bau darah manusia dengan darah para hewan. Bahkan katanya darah monyet atau simpase yang mirip pun masih bisa dibedakan dengan baik.
"Penciumanmu tidak bisa melacak bau pangeran?" tanya Duke.
"Aku ini hanya mencium darah manusia dengan kuat, bau bayi itu sebaliknya— cukup sensitif di hidungku. Kalau mau, bisa coba tanya sesama jenisku untuk bisa menemukan dia," kata Jose, sang werewolf yang sedang ikut ke dalam pencarian tersebut. "Dan yah.. siapa pula manusia yang mau repot masuk ke dalam hutan gelap dan lembab ini. Kami yang werewolf saja lebih memilih hidup enak di dalam kota dan mati di sama daripada harus di sini, bahkan tidak ada makanan yang bisa kami santap enak untuk itu."
"Kenapa sama sekali tidak ada petunjuk di mana keberadaannya?" gumam Duke.
"Begini saja, entah karena firasatmu atau apa yang membuatmu berpikir bahwa dia masih hidup. Berpikirlah secara logika, di hutan ini— gelap dan lembab serta bisa membuat banyak orang tersesat tidak akan mungkin seorang bayi bisa hidup. Dia bisa saja mati dan terkubur oleh dedaunan yang jatuh. Manusia berasal dari tanah, maka ia akan kembali ke tanah. Daripada anda harus repot mencari-carinya, lebih baik urus partai yang sedang anda pegang saat ini untuk memperkuat hubungan dengan kerajaan," kata Jose yang memberikan saran dan masukan yang masuk akal.
Lembabnya hutan itu sebetulnya sudah membuatnya tidak tahan untuk berdiri lama-lama di sana. Ia ingin kembali ke rumah dan memakan daging. Namun, pekerjaan yang belum selesai membuat dirinya masih harus di sini bersama Duke.
Duke akhirnya memutuskan untuk kembali, ia tetap akan mencari keberadaan kembaran Pangeran Seo. Sudah cukup ia mendengar banyak anak raja yang sudah mati saat dilahirkan— fakta yang ia tidak tahu bahwa anak-anak tersebut sebetulnya dibunuh secara sadis. Dan Duke yang mengetahui bahwa dua anak kembar raja ini lahir dengan sehat, ia tidak percaya kalau raja setega itu dengan anaknya sendiri hanya demi tidak mau menambah jumlah laki-laki di dunia.
***
Makan malam bersama Suez dan Mega menjadi hal yang umum dilakukan oleh mereka sehari-hari selaam di ruang makan. Masakan Mega cukuplah enak, wanita itu memang jago sekali dalam memasak dan mengurus keperluan rumah tangga. Tubuhnya yang terlihat kuat ďi usia yang sudah melebihi setengah abad, ia juga masih memiliki semangat yang membara seperti yang dilakukan oleh suaminya sendiri.
Setiap hari menunya berbeda, tidak terlalu monoton pada satu jenia hidangan yang disajikan oleh wanita tersebut. Sering kali Clar juga meminta request kalau memang sedang menginginkan suatu menu. Tentu dengan buki resep miliknya, Mega bisa membuatkan makanan yang diminta oleh Clar.