Bab 47

1065 Kata

Nadia dan ketiga teman gang kampretnya saat ini sudah berada di dalam kantin. Kantin memang masih ramai tapi tak seramai tadi saat Ernest dan Roby lebih dulu berada di sana. Merekan pun memesan makanan setelah itu mencari tempat duduk. "Jadi gimana? Apa yang lu dan Pak Gery katakan?" tanya Nabila kemudian karena ia ingin tahu apa yang Nadia dan Gery katakan tadi. "Iya cepetan, lu dan Pak Gery ngomongin apa? Atau Pak Gery ngomong kalau suka sama lu?" Kini Robby yang bertanya meskipun pertanyaan itu memang terusan aneh dan gak jelas. "Ngapain gue pacaran sama Pak Gery, gak jelas banget." Nadia membalas ucapan Robby yang terasa sangat ngelantur. "Ya kan siapa tahu, gue hanya berspekulasi yang terjadi untuk sahabat gue. Lagian Pak Gery itu ganteng, manis, seksi, cool, wangi lagi orangn

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN