"Pak Amin, saya mau bicara sebentar," kata Hera pada si supir yang tengah membersihkan mobil di luar. Si supir mengindahkan ucapan Hera itu dan meninggalkan pekerjannya, menuju ke arah Hera. "Iya, Bu. Ada apa?" "Apa benar Nadia sering pergi ke rumah singgah untuk orang-orang yang terkenal kanker?" Si supir diam, bingung, harus menjawab apa. Kata Nadia ia tak boleh mengatakan pada orangtuanya kalau ia pergi ke rumah singgah dan daerah kumuh, tapi sekarang majikan perempuannya itu menanyakan hal yang tak boleh Nadia katakan. "Kenapa, Pak Amin? Kok diam?" sambung Hera. "Anu, Bu. Sebenarnya iya, tapi Non Nadia gak ngebolehin saya ngomong ke Ibu sama Bapak." "Lho kenapa?" Kemudian si supir mengatakan yang sebenarnya kepada Hera bahwa Nadia bukan hanya pergi ke rumah singgah, tapi ke

