Robby kini sudah sampai di rumahnya, memarkirkan motornya di samping rumah kemudian ia pun masuk ke dalam. "Ma, Robby pulang," kata Robby pada Mamanya. Tak ada jawaban, mungkin mamanya belum sampai di rumah. Sebagai wanita karir Mamanya masih terlalu sibuk, wajar saja ada anak-anak yang harus ia beri makan dan pendidikan. "Udah pulang anak Mama yang paling cantik dan mengemaskan ini," ucap sebuah suara sambil membuka pintu kamar. Robby terkejut melihat Rama berada di rumah. Tumben sekali setelah beberapa lama akhirnya ia pulang ke rumah, Robby pikir kakaknya itu tak akan pernah kembali. "Gak usah kaget gitu dong, adek gue yang paling manis," sambung Rama kini berada di depan Robby sambil mengelus pelan pipi sang adik. "Kok lu di rumah sih? Ngapain lu balik? Habis duit lu?" tanya R

