CHAPTER TWENTY SEVEN

1866 Kata

Daren langsung turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah. Di ruang tamu, Adel dan Davina sedang menonton tv, sedangkan David, Ayahnya sedang meminum kopinya sambil memegang ipod. Daren bahkan masuk tanpa mengucap salam. Pria itu langsung menghampiri Mamanya. "Jadi Sily anak Tante Claire bukan anak Brenda?" Adel yang terkejut mendapati pertanyaan Daren seketika gugup. "Jawab, Mah! Sily anak Tante Claire? Adik Thania?" "Kenapa langsung bertanya? Di mana sopan santun kamu? Harusnya kamu menyapa kami, lalu bertanya baik-baik." Suara David terdengar dingin. "Kenapa Mama gak ngasih tahu? Jadi cerita yang Mama ceritain tentang Sily waktu itu ...." "Ya. Mama berbohong soal itu. Maaf, Daren." Daren mengusap wajahnya kasar. Ia menghela napas berat. "Kak Daren. Kakak mending duduk dulu. Biarin M

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN