57

1069 Kata

Maaf banyak typo HAPPY READING “Ck,”Sadam berdecak kesal melihat adiknya Sabira yang langsung membuang wajah cuek di saat melihat dirinya yang masuk ke dalam kamar----mereka. Ya, kamar yang menjadi tempat tidur mereka selama 2 tahun sudah berlalu, dan ini merupakan hal yang sangat jelas terlarang dan hina. Tapi, Sadam bisa apa di saat otak warasnya di kendalikan oleh rasa cinta yang amat besar pada sang adik. Sial. Sang adik yang bahkan saat ini sudah membungkus penuh tubuhnya dengan selimut. Dan Sadam? Tersenyum sinis melihatnya, bahkan dalam waktu seperkian detik dengan nampan yang berisi makanan siang di tangannya. Sadam sudah berdiri tepat di depan Sabira. “Kamu jangan membuat kakak capek terus, kakak sudah terlalu baik sama kamu, kamu sering dengar bukan, marahnya orang baik itu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN