48

1376 Kata

EMPAT PULUH DELAPAN Athar menutup sambungannya sepihak, tanpa memberi kesempatan seseorang di seberang sana untuk bertanya lebih lanjut padanya. Ya, Athar baru saja menghubungi mobil ambulance agar segera datang kemari. Dengan tatapan tajam, Athar melirik dengan wajah dingin, dan datar kearah Sabira. Wanita itu sudah kehilangan kesadarannya saat ini. Senyum puas tercetak dengan indah di kedua bibir Athar, tapi tak dapat di bohongi, dikedua matanya terpancar sinar luka yang menganga di sana. Begini'kah rasa sakitnya di khianati? Begini'kah rasa sesak, dan sakit yang Inne rasakan dulu, saat ia campakan karena wanita lain, wanita lain yang tiada lain, dan bukan adalah sahabatnya sendiri, Sabira. Tapi, walau Inne di lukai olehnya dengan sangat dalam, wanita itu sedikit'pun tidak perna

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN