“Vio!” Andin terlihat panik ketika melihat tubuh Vio ambruk beserta darah yang keluar dari bagian bawah tubuhnya. Ia menatap ke sekelilingnya dan berharap segera mendapat pertolongan. “Dia kenapa?” tanya pria berkacamata yang pernah Andin lihat di perpustakaan. “Nggak tahu, kak. Dia pingsan.” Andin benar-benar kalut sampai menangis saking cemasnya. “Kita harus bawa dia ke rumah sakit.” “Ayo kita bawa ke rumah sakit pake mobilku,” ucap pria berkacamata itu. Ia pun langsung membopong tubuh Vio dan membawanya ke arah tempat mobilnya terparkir. Andin mengikuti dari belakang sembari membawakan tas Vio. Ia pun mengambil ponsel Vio untuk menghubungi keluarga gadis itu. “Semoga Vio nggak kenapa-napa.” .................... “Ethan. Coba lihat ini,” ucap Danish setelah meeting mereka selesai

