"Hei, Fan! Minggu ini lo bebas, kan?" tanya salah satu pria dengan wajah penuh tato. Pertanyaan itu membuat Abi yang sedang duduk di sudut ruangan menoleh ke dua orang yang tengah berbincang. Ia sendiri lebih banyak diam di dalam sini tapi bukan berarti ia pasrah dengan keadaan. "Iya nih. Akhirnya setelah tiga tahun lamanya bisa bebas juga," ucap pria dengan rambut yang sudah memanjang itu. Ia berniat akan merapihkan rambutnya setelah keluar dari sini. "Bagus deh. Jadi rencana lo apa setelah keluar dari sini? Apalagi sebenarnya lo kan cuma kena fitnah sama temen lo, tapi ya lo tahu kalo nggak punya duit ya harus pasrah sama keadaan," ucap pria bertato itu lagi. Yang tentu saja tidak Abi setujui dalam hati. Bagi Abi kalo nggak punya uang ya harus dicari dengan cara apapun juga. "Iya

