Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, Bali... Sekitar jam sepuluh pagi, pesawat yang ditumpangi Vio dan Ethan mendarat di Bali. Mereka pun segera turun dan mengambil kopernya. Ethan tak membiarkan Vio membawa barang-barang berat selain tas kecil saja. Sementara untuk koper mereka Ethan yang bawa sendiri. Mereka pun duduk di ruang tunggu. "Capek ya?" tanya Ethan saat melihat wajah pucat istrinya. Vio tersenyum tipis seraya mengangguk pelan. Perutnya yang mulai membesar, membuat gadis itu sedikit tak nyaman. Untuk duduk dalam waktu lama pun pinggangnya seperti mau lepas saja. Beruntung di pesawat tadi Ethan membawa bantalan lagi agar Vio bisa duduk lebih nyaman. "Aku akan membeli minuman hangat sebentar. Kamu tunggu di sini aja ya. Biar nggak capek jalan lagi. Kita istirahat dulu di

