Ethan menatap pintu yang tertutup di depannya. Tangannya memegang bucket bunga yang sengaja ia beli untuk istrinya. Pria itu menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan. Entah kenapa menemui istrinya sendiri malah membuatnya segugup ini. Seperti bukan dirinya saja. Ia pun memantapkan diri untuk menggeser pintu itu dan membukanya. Vio terlihat duduk di ranjangnya, tatapan gadis itu mengarah padanya dengan wajah datar, tanpa ekspresi. Padahal Ethan berharap gadis itu tersenyum menyambut kedatangannya. Senyum yang sangat ia rindukan selama dua hari ini. “Apa aku boleh masuk?” tanya Ethan yang mendadak ragu. Pria itu masih berdiri di ambang pintu. “Apa aku bisa melarang?” tanya Vio balik. Ethan menghela nafas lalu melangkah mendekat ke ranjang istrinya. “Bagaimana keadaanmu?” “S

