Part 108- Tragedi

1701 Kata

"Sudah siap?" tanya pria dengan masker hitam yang menutupi setengah wajahnya. Irfan kini masih duduk di kursi penumpang. Ia menelan ludah dengan susah payah. Tapi kemudian pria di sampingnya menunjukkan layar ponselnya yang menampilkan pengiriman uang ke rekening miliknya yang sudah berhasil. Jumlahnya sangat fantastis dan bisa dijadikan modal nikah untuk Vini. Bahkan membuat pesta pernikahan yang mewah pun ia sanggup. Matanya lalu mengarah ke depan, pada jalan lurus yang cukup lenggang sore itu. Ia mulai menghela nafas, pasrah. Jika bukan karena terpaksa, ia tidak akan mau melakukan pekerjaan kotor ini, tapi ia butuh uang. Bagaimana pun juga ia harus bisa menikahi Vini, gadis pujaan hatinya. "Baiklah." "Tetap ingat instruksinya agar kau selamat. Salah sedikit saja, sebanyak apapun uang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN