“Tuan Putri? Apa yang anda lakukan di sini?” Bujana melompat ke arah pintu dan memindai sekeliling dengan cepat. Memastikan tidak ada yang menguntit Ur Kanaa yang menyusulnya ke toko alat lukis ini. Tidak banyak orang berlalu lalang di luar, membuat Bujana menarik napas lega. Dia pun menutup pintu toko untuk memastikan situasi dan kondisinya aman bagi Ur Kanaa. Tetua memperhatikan tingkah Bujana yang tampak panik, sedangkan Ur Kanaa malah tampak tak peduli dan memilih beberapa barang dari lemari yang terbuka. Lalu meletakkannya bersama dengan barang pesanan Bujana yang lain. Wajah Bujana menggambarkan kecemasan, sungguh jauh berbeda dengan Ur Kanaa. Semua itu tertangkap dalam pengamatan Tetua. Dia menjadi tidak yakin Bujana bisa menjalankan misinya, mendapatkan informasi tentang di mana

