83. Para Roh Yang Kembali

1155 Kata

Bujana merasakan ada hembusan angin di sekujur tubuhnya. Lembut dan sejuk. Membuatnya berat membuka mata. Perlahan dirasakannya ada cahaya putih terang, tapi dia tak hendak membuka mata. “Itu pasti cahaya kematian, dan aku akan menuju ke sana,” gumam batinnya. Dia masih ingin menikmati hawa sejuk dan sentuhan angin di sekujur tubuhnya. Namun, lama kelamaan, sentuhan lembut itu perlahan-lahan menajam, bahkan serupa jarum-jarum halus yang menusuk hingga ke dalam jiwanya. Sepertinya dia mengingat sensasi rasa sakit ribuan jarum di sekujur tubuhnya ini. Mengingatkannya pada roh seorang gelandangan yang berkulit gelap yang mengajarinya cara menembus dinding. Sentuhan ribuan jarum itu, rasanya seperti sekarang ini. Dan itu artinya, rohnya akan menembus sebuah benda yang padat. “Jadi, aku kemb

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN