“Biar aku yang bicara dengannya nanti.” “Dia marah.” “Serahkan padaku. Sekarang yang penting, masuk dulu.” Tiba-tiba Bujana merasa kehilangan beban di punggungnya. Ada suara orang jatuh di balik pagar. Ur Kanaa sudah melompat ke dalam halaman rumahnya. Bujana bergegas menyusul, dan mendapati Ur Kanaa sedang mengelus lututnya. Dengan sigap Bujana meraih lengan majikannya, mengajaknya berdiri. Namun tindakannya berhenti sejenak ketika mereka berdua melihat Memirah menghadang jalan. Menatap keduanya dengan tatapan yang membuat gemetar. Sepasang matanya membeliak, dengan tepi mata menghitam. Wajahnya tampak sangat pucat diterpa cahaya bulan yang sudah terbit. “Aku akan menjelaskan padamu, nanti,” ucap Bujana. “Sekarang, kau harus melindungi aku dan kakakku. Kau gadis pelindung kan?” Soro

