Gadis kecil dengan mata bercelak tebal ini benar-benar membuat Bujana gentar. Dia merasakan tangan dan kakinya menjadi dingin saat menatap ke sepasang netranya yang kelam. Senyumnya juga creepy, membuat Bujana bergidik. “Siapa namamu?” tanya Bujana berusaha mengakhiri tatapan gadis kecil itu padanya. “Kau tidak ingin tahu,” jawabnya, seolah mengajak bermain. Bujana yakin dia tidak akan bisa terlepas oleh gadis kecil ini sampai Parharaz menemuinya. Jadi dia harus mengajaknya bermain, supaya dia tidak menjadi ketakutan. “Aku memang tidak terlalu peduli pada nama, karena aku kerap sulit mengingat nama,” ucap Bujana berlagak menyesali dirinya sendiri. Dan itu berhasil. Gadis kecil itu tersenyum. “Siapa nama yang paling kau ingat?” tanya si gadis kecil, kali ini tampak serius. “Marinka.”

