Bujana ingat saat pertama kali menaiki kereta kuda ini adalah saat ayahnya mengantarnya ke istana. Kereta kuda yang disewa dari tetangga. Saat itu, Aggi, ayahnya yang mengendarai kereta kuda tersebut, memacunya dengan kencang untuk mengejar waktu. Agar Nebuz masih bisa diterima di seleksi pengawal istana. Kini dia harus mengendarainya sendiri. Dan masalah pertama yang dihadapinya adalah, dia biasa memegang setir mobil balap. Sekarang harus mengendalikan kuda. Hal yang sama sekali tidak pernah dilakukan seumur hidupnya. "Nebuz?" tanya Ur Kanaa yang sudah duduk di belakang, mempertanyakan kenapa kereta kuda yang mereka naik tidak kunjung bergerak. Bujana masih tegak berdiri di posisi kusir, tanpa tahu harus melakukan apa. Dia tahu, Ur Kanaa sudah tak sabar untuk keluar dari halaman rumah

