Bujana berdiri di atap rumah sakit, dengan Lili berada di sampingnya. Nanti sore Bujana akan berangkat ke Taman Gantung Babilonia, tempat upacara Astral Projection akan digelar malam ini. Lili, cukup membantu dengan diam saja, berdiri di sebelah Bujana. Justru dengan diam saja, dia tampak menyeramkan bila ada manusia yang melihatnya. Bujana sendiri kadang malas melihat Lili. Sekitar matanya menghitam dan darah meleleh dari kepalanya. Belum lagi wajahnya yang tak pernah nampak ramah. Tak pernah menyungging senyum, meski Bujana mencandainya. Sepertinya dia mati mengenaskan. Sehingga suasana hatinya tak pernah baik, selamanya. “Lili, aku akan berangkat ke Taman Gantung. Kita sudah survey tempatnya kemarin. Jadi aku yakin tidak akan kesasar. Kamu jaga istriku, ya.” Lili tidak bersuara. Dar

