Setiap hari, setiap waktu.. Alaska menggenggam tangan Alika dengan lembut, matanya menyorot kepedihan yang sangat dalam. Lelaki itu memilih mempertahankan Alika dibanding bayi tersebut. Bukan tanpa alasan, sebenarnya kandungan Alika memang sudah tidak bisa diselamatkan. Kandungan nya cukup keras terbentur lantai hingga ada berberapa kerusakan didalam sana. "Maaf.." hanya itu yang di ucapkan Alaska, ia tidak mampu berbicara selain mengucapkan kata maaf didepan Alika. Setelah memutuskan hal besar itu, ia cenderung diam dan marah jika banyak yang mengerubungi ranjang Alika. Wanita itu dinyatakan koma setelah berhasil oprasi pengambilan bayi. Sakit? Pasti. Namun ada hal yang lebih menyakitkan lagi, Alaska harus menerima keadaan dimana Alika dinyatakan gila setelah berhasil bangkit dari

