Bertemu dengan dia

1188 Kata
Lika, wanita itu sudah rapi dengan jas rambut yang panjang ia ikat menjadi satu. Polesan wajah yang natural namun masih memperlihatkan ke anggunan dan kecantikan Lika! "Okey, kita lihat seberapa kuat nya dirimu Alika!"gumam Lika lalu menghampiri Rafa yang tengah bersiap berangkat sekolah. "Rafa! Mami udh siap, kamu udh siap belum? Cepetan ya.. mami lagi ngejar waktu sayang!" "Aku nya kapan dikejar mi!! Rafa cemburu sama berkas mami." "Ck, mami selalu sayang sama Rafa! Cepetan five minute mami tunggu sayang." "Cepet banget mi! Rafa lagi cari sepatu." "Sepatu kamu di rak depan sayang, jangan jadi pikun dadakan!" "Isss, bentar mi!" Lika menggeleng, ia memilih kedapur mempersiapkan bekal untuk Rafa. "Mi! Rafa udh ganteng?" Lika menoleh, ia tersenyum hangat. Anak nya ini memang narsis! Coba lihat pagi-pagi sudah menanyakan ia ganteng atau tidak? Adakah anak Indonesia yang seperti ini selain Rafa? "Anak mami udh ganteng, yuk sarapan dulu. Terus ini nanti bekal nya dimakan, s**u nya mami taruh di tas bagian depan! Kalau jajan jangan sembarangan, terus kata Bu guru.. Rafa pulang jam 3 bener? Nanti Tante Farah sekertaris mami jemput Rafa ga papa ya? Mami lagi banyak tugas.. kamu tau di kantor lagi banyak masalah, mami sampai pusing tau.."jelas Lika yang diangguki Rafa. Anak yang pintar, dapat mengerti kondisi orang tuanya. "Udh selsai makan nya?"tanya Lika yang diangguki Rafa. "Minum s**u nya dulu biar nambah sehat. Terus belajarnya tambah semangat!" "Udh abis mi!" "Anak mami pinter banget sih, sini mami cium dulu.."ucap Lika lalu mencium kedua pipi Rafa. "Mi peluk dulu dong!"pinta Rafa. Mereka pun berpelukan.. membuat semua iri dibuatnya:) "Rafa sayang mami, mami semangat kerjanya ya?" Lika mengangguk, ia bersyukur mendapatkan buah hati secerdas dan sepengertian seperti Rafa. Ia pun menggendong Rafa lalu berjalan kearah bagasi. "Let's go!"ucap mereka lalu melaju meninggalkan pekarangan rumah menggunakan mobil pribadi Lika. Karna bahagia Lika adalah sosok Rafa.. _____ Wanita itu melihat gedung tinggi yang menjulang berwarna putih biru itu. Cukup mewah dan megah! Alika yang sering disapa Lika memberanikan diri untuk melangkah masuk kedalam perusahan itu. "Maaf, boleh saya menemui CEO perusahan ini?" "A.n siapa?" "Alika, pemilik butik LikaBatik." "Ohh, ibu sudah ditunggu diruangan. Mari saya antar?"tawar resepsionis dengan senyuman ramah. "Eh ga ush mba, tujukan arah nya saja. Takut merepotkan."tolak Lika merasa merepotkan "Baiklah, ibu lurus aja nanti masuk lift ruangan bapa ada dilantai 9 paling atas Bu.." Lika hanya mengangguk, ia pun berjalan tak lupa mengucapkan terima kasih kepada resepsionis tadi. Tak dipungkiri ia deg-deg an bukan main, karna ini sangat-sangat tidak mudah! Ia mempertaruhkan karyawan dan kehidupan dimasa depan untuk rafanya! Lift berbunyi menandakan telah sampai, Lika berusaha untuk tidak tegang. Ia mengatur nafasnya, disana tertera CEO perusahan. Ia harus bisa! Lika melangkah dengan percaya dirinya. Ia mengetuk pintu namun tak ada sahutan, Lika memberanikan diri untuk membuka pintu.. Betapa terkejutnya, Lika belum siap! Kakinya mundur, namun tangan nya tetap tak bergerak dari knop pintu. Seakan tangan nya menginginkan untuk bertahan.. cobaan apa lagi ini Tuhan! "Maa..maf mengganggu!"ucap Lika sepontan, ia berbalik namun tangan nya dicekal. Nafasnya seakan berhenti, detak jantung nya masih seperti dulu tak normal. Apakah ia terkena penyakit jantung? Ah lelucon apa ini! "Sa..saya tidak sengaja, mohon maaf. Saya mau pergi!"usir halus Lika namun tangan nya tetap di tahan. "Alaska pliess!"Yap dia Alaska. Lelaki b******k yang pernah Lika temui. "Kenapa pergi?" Mata Lika memanas, ia ingin memaki membenci sosok didepan nya.. tapi seakan semua sirna. Hatinga tak sanggup melakukan itu! Hatinya memilih untuk mencintai pria b******k ini. "Sa..saya tidak sengaja membuka pintu, saya ingin bertemu CEO perusahaan!"ucap Lika dengan susah payah. "Tatap mata gue, gue tau lo masih punya rasa sama gue! Tatap Lika! ALIKA!" PLAKKK "Ga guna gue tatap mata Lo b******k!" "Ck, g sopan! Begini caranya lo meminta pengajuan proposal butik lo? Emang harusnya gue cabut saham gue dibutik lo!"ketus laka lalu menghempaskan tangan mungil Lika. "b******k tetep b******k!" "Maki aja terus gue, semakin Lo gini semakin yakin buat gue cabut saham-saham gue ngerti lo?" "Sejak kapan lo naruh saham dibutik gue? Di data ENGGAAA ADA NAMA LO b******k!"maki Lika dengan bruntal memukul d**a bidang laka. Ia benci! Ia benci pria didepan nya ini. "Sejak awal Lo ngerintis butik. Gue baik kan?" "Gue balikin semua saham lo!"putus Lika lalu membalikan badan nya melangkah pergi namun lagi-lagi tangan nya dicekal. "Apa lagi!" "Segampang itu Lo lepas saham gue?" "Why not? Kan Lo sendiri yang mau cabut! Sekarang udh gue terima. Dan kita gada kerja sama lagi!" "KENAPA SIH LO SEGAMPANG ITU! KENAPA LO GA BISA MAAFIN GUE? SEBRENGSEK ITU GUE DIMATA LO?"bentak laka, ia sudah berlutut di kaki Lika. Entah lah drama kehidupan mereka begitu rumit. Lika sudah menangis sesenggukan, ia menghapus kasar air matanya. Ia masih tak percaya takdir mempermainkan dirinya seperti ini! "Kenapa.. Kenapa? Kenapa gue ga lo bolehin ketemu Rafa? Dia anak gue juga lik?! Gue pengen meluk dia, gue pengen beliin dia mainan juga! Kenapa lo larang? Kenapa lo ga kasih akses buat gue Deket sama dia.. gue Daddy nya lik?! Dan Lo maminya." "Karna lo orang pertama yang ga pengen kehadiran nya ada didunia ini!"jawab Lika "Gue refleks! Waktu itu gue masih labil, Lo tau? Gue selalu ngalamin yang namanya muntah-muntah, nyidam. Dan itu baru gue sadarin pas Lo udh ilang gitu aja.. sampai akhirnya gue nemuin lo yang baru dan mau ngerintis batik! Daddy sama mommy gue marah, dia selalu ngancam gue kalau ga nemuin lo! Dan ini cara yang gue lakuin buat Lo kembali kepelukan gue lagi! Pliess kembali." Lika masih bergeming, air matanya tak mau berhenti. Matanya terus meneliti semua isi ruangan tak mau melihat orang dibawha nya ini! Hatinya sakit, sungguh sakit. Dimana ia diusir, tak dianggap anak lagi dan dicampakan oleh kekasihnya sendiri. "Ga segampang itu lak.. gue udh terlanjut sakit!" "Apa yang harus gue lakuin? Gue udh berusaha buat ketemu Rafa.. tapi usaha gue selalu gagal! Dan itu semua karna lo.. gue mau lo, Rafa jadi milik gue!" "Dengan lo ciuman sama w***********g tadi? Lo fikir gue wanita lemah dengan kata-lata buaya Lo bisa bujuk gue! Dasar buaya."ketus Lika tangan nya sudah ia lipa di depan dadanya. Air matanya sudah habis ia keluarkan. Lihatlah matanya sembab, hidung memerah serta mata memerah. "Ta..tadi itu ga sengaja! Gue kelepasan Lik.. gue janji ga bakal gitu lagi!" Wanita itu menghembuskan nafasnya, jika ditanya masih sakit? Berbekas kah luka nya? Jawabannya iya. Bertahun-tahun ia berkerja dan bertahan sendiri. Sekarang ia harus merelakan itu semua, ia harus bisa! "Gue maafin, tapi kata maaf ga akan bisa ngubah semua. Buktiin datang besok ke rumah, gue yakin Rafa pasti seneng ketemu sama Daddy nya! Dan satu lagi butik gue buat senormal mungkin! Gue harap udh jelas.. by!" "ALIKA!" Lika menoleh, ia menatap laka dengan jengah. Apa lagi yang pria itu mau lagi? "Lo mau jemput Rafa? Gue anter!" "Gue bawa mobil." "Mobil Lo biar supir gue yang bawa!" "Gue ga nerima penolakan Lika!" Lika mengangguk, ia memilih berjalan mendahului laka. Ia lelah, ingin bertemu buah hatinya dan memeluk seerat mungkin. Melepaskan semua beban hidupnya dengan memeluk Rafa.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN