Pagi hari, Phillip merasakan kepalanya pusing. Dia memegang kepalanya dan mencoba merubah posisinya menjadi duduk dalam mata yang terpejam. Dia menghela napas, dan meraih segelas air putih untuk menghilangkan rasa mual diperutnya. Dia mengatur napasnya, dan setelah merasa baikan, pria itu mulai membuka matanya. Mata milik pria itu menangkap pecahan – pecahan beling kaca yang membuatnya heran. Dia mengerutkan alisnya, “Kenapa kamarku sangat berantakan?” “Eung…” Phillip mendengar suara seorang wanita dan langsung menoleh ke belakang. Dibelakangnya, Rose tertidur pulas membuat Phillip terkejut. Wanita itu tak menggunakan sehelai benangpun dan hanya berlapiskan selimut tebal miliknya. Phillip terkejut lalu melihat ke arah bawah miliknya yang tak mengenakan sehelaipun. Dia lalu mengambil p

