Cyra tidak pernah merasa setegang dan segugup ini dalam hidupnya. Ia terus merasa gelisah hingga membuatnya berkeringat banyak. Kak Mira memang bersikap biasa saja, beliau terlihat tidak mengetahui apa-apa. Kak Mira masih sama seperti Kak Mira yang selalu bersamanya kemarin-kemarin. "Kau ke mana saja selama ini? Kak Mira, Mas Rendi dan Ibumu, semua orang khawatir sama kamu, Cyra." Dengan tutur kata lembut, Mira mengawali pembicaraan. Sewaktu pertama kali Mira melihat Cyra di kampus sampai di kafe ini hingga pesanan datang, baik Cyra maupun Mira tak banyak bicara. Mereka hanya bicara kecil mengenai makanan yang ingin mereka pesan saja. Pada akhirnya keduanya tidak memesan makanan, hanya minuman. Mira dengan sabar menunggu jawaban Cyra. Ia tidak mau memojokkan atau terburu-buru menghakimi

