Chapter 17 : Odi Artium

1838 Kata

“Dia… Terlalu baik, aku takut bila tidak dapat mendampinginya suatu saat nanti. Lagi pula, saat ini dia sedang menyukai orang lain.” Akhirnya Raph menjawab pertanyaan Faikar dengan singkat tanpa mengalihkan tatapannya pada langit yang indah itu. Faikar tetap bungkam sebagai responnya, ia bingung harus merespon apa pada lelaki itu di saat seperti ini. Kedua sudut bibirnya tertarik keatas, melihat pekerjaan yang di kerjakannya telah selesai. Obat yang telah ia buat dengan penuh perjuagan itu ia taruh diatas dahi Sandara dengan perlahan dan sangat rapi. Kemudian ia mengambil sebuah kain untuk menutup obat itu agar tidak berceceran. Sementara dari kejauhan, ternyata Raph melirik dan memperhatikan pekerjaan pemuda ini. Sedikit tidaknya ia merasa khawatir jika Faikat melakukan sesuatu hal yang s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN