BAB45

2056 Kata

Keesokan harinya Sora memutuskan untuk kembali ke apartemennya, ia sudah bicara banyak hal dengan Akane, tetap saja tidak ada titik temu yang baik dari semua itu. Tubuhnya begitu lelah, perasaannya dalam kondisi yang tidak baik-baik saja saat ini. Dalam hatinya hanya ingin kebebasan, hidup tanpa beban, lari dari kenyataan, dan tetap merasakan kebahagiaan walau pun dari hal-hal kecil. Yang jelas, sistem hidup seperti yang Lavi katakan kepadanya terasa jauh lebih baik daripada apa pun. Ketika ia sedang duduk sambil merenung di meja belajarnya, ponsel tiba-tiba berdering. Panggilan masuk berasal dari ibunya, membuat ia secara pribadi malas untuk menjawab. Dibiarkannya saja ponsel itu, hingga pada panggilan yang ketujuh kalinya Sora sudah tidak tahan. Ia langsung meraih ponselnya, menggeser

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN