Kondisi Risa semakin membaik setelah dilakukan pengecekan lanjutan dari dokter. Senyum Juna tercetak jelas dibibirnya, terlebih melihat Risa yang tengah berbaring kini terlihat malu-malu didepannya. "Jadi atas dasar apa kau berani mengucapkan kata cinta kepadaku?" tanya Juna. Pertanyaan Juna membuat Risa sontak menatapnya sejenak sebelum menjawabnya. "Kecelakaan itu sungguh mengerikan kau tahu oppa. Aku melihat bagaimana takutnya orang-orang ketika pesawat mulai lepas kendali dan akhirnya terhempas jatuh ke tanah. Yang aku ingat, aku terlempar jauh dan jatuh kedalam lubang. Tidak lama setelah aku masuk ke dalam lubang itu aku mendengar ledakan kuat dari permukaan tanah lalu dari dalam lubang itu aku bisa melihat api yang menyambar melewati lubang itu. Saat itu aku berfikir mungkin inila

