Hola, happy reading and enjoy! Chapter 36 Pesta pernikahan ayahnya dilakukan dengan konsep tradisional sehingga enam bangku di bagian depan dikhususkan untuk keluarga pengantin barulah tamu yang lain duduk sesuai urutannya. Pukul sepuluh malam, satu persatu tamu undangan mulai meninggalkan pesta dan hanya tersisa muda-mudi yang akan menghabiskan malam dengan alkohol dan pesta dansa. Vanya segera berdiri dari kursinya yang berada di bagian depan dan menyerahkan ponselnya kepada Julio. "Aku akan mencari Wilson," ucapnya. Julio menarik pergelangan tangan Vanya. "Kau serius?" "Aku sudah memikirkannya, Julio. Aku ingin konsentrasi belajar untuk menghadapi ujian akhir nanti," ucap Vanya yang tentunya berbohong. "Lalu bagaimana dengan Wilson?" tanya Julio. Vanya menelan ludah, mengakh

