Erick berlari menggendong tubuh sahabatnya di punggungnya, dan menerobos pintu klinik yang tak jauh dari tempat ia dan Edwin bertengkar. Beberapa ahli medis berlari kecil menyambut mereka dan langsung menangani Edwin. "Apa yang terjadi?" Tanya seorang dokter cantik yang kebetulan berjaga malam ini. "Dia terluka!" Ucap Erick panik, ia tak tahu apa yang harus ia katakan, terlebih dia panik dengan kondisi sahabatnya itu. Dokter cantik itu hanya menghirup nafas kecil dan langsung ke ruangan dimana Edwin berada untuk memberikan pertolongan pertama padanya. Erick menunggu dengan penuh kecemasan, berkali-kali ia mengecek jam di tangannya dan mengintip ke arah ruangan yang pintunya belum terbuka. Ia terus berjalan ke kanan dan ke kiri terkadang ia duduk sambil menggetarkan kakinya. Setelah s

