HAMBAR

1841 Kata

Arabella meneguk air yang baru saja Ayah bawa untuknya. Setelah Arabella menghabiskan air putihnya, Ayah menawarinya makanan. "Apakah kamu mau makan, hem?" Arabella menggeleng. "Loh kenapa gak makan, kamu harus makan yang banyak agar kamu segera pulih." Pinta Sang Ayah. "Ayah.. Gimana kondisi ibu?" Lirih Arabella. Deg! Ayah terdiam. "Kenapa Ayah malah di sini menemaniku bukannya menemani Ibu!" Celetuk Arabella lagi. Ayah diam. "Bilang sama Ibu, Ibu jangan percaya sama apa yang di katakan Kayla. Dia hanya ingin memberiku kejutan hehehe mungkin kejutan kemaren cukup keterlaluan tapi Ayah juga harus percaya kalau semua itu hanya sandiwara!" Jelas Arabella mencari alasan untuk membuat orang tuanya tak khawatir lagi. Wajah Ayah Bella berubah menjadi panik. Tak lama sebuah senyuman men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN