Beberapa menit Erick termenung sambil melihat isi dalam memo itu berkali-kali. Tiba-tiba, Drrt! Drrt! Drrt! Gawai Erick bergetar di saku celana kirinya. Ia meremas kembali memo yang ia genggam dan memasukkannya ke saku celananya sebelah kanan sebelum akhirnya ia mengambil gawainya dan mengangkat panggilan yang masuk ke telepon genggamnya. "Kamu di mana sih, Erick? katanya kamu udah ada di deket kafe! aku udah nyampe kafe loh dari tadi" Suara perempuan di seberang telepon adalah suara seseorang yang sudah tak asing lagi bagi Erick. "Ini aku masih on the way kesana. Tunggu ya?!" Jawab Erick sembari memutar balik tubuhnya kembali dan berjalan sedikit lebih cepat ke tempat semula. "Loh?! katanya tadi udah di deket sini?" "Iya napa Bawel! tunggu aja napa sih! maksutku kan tadi aku masih

