"Maukah kau menikah denganku?!" Suara Edwin terdengar di antara deburan ombak yang tengah menari lepas di tengah samudera. Hari ini Edwin akhirnya memiliki keberanian untuk mengajak Arabella kesebuah tempat yang indah untuk melamarnya. Kapal pesiar yang tengah berlayar ke Hongkong adalah tempat yang Edwin pilih untuk melamar pujaan Hatinya. Arabella terdiam, tak dapat dipungkiri jika hatinya sangat bahagia saat mendengar lamaran tulus dari Edwin. Sampai detik inipun Arabella masih merasa tak pantas untuk Edwin. "Edwin! Jika aku menolakmu bukan karena ini sebab kekuranganmu. Seandainya kamu tahu, aku bukanlah wanita yang sempurna!" Entah untuk kesekian berapa kali Arabella menolak Edwin yang terus gigih untuk mendapatkan cintanya. "Apa maksudmu?!" Tanya Edwin. "Setiap pernikahan, pas

